Penulis : Tetsuko Kuroyanagi
Penerjemah : Widya Kirana
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 2010
Novel ini menceritakan tentang seorang gadis cilik bernama Totto-chan yang memiliki segudang rasa ingin tahu. Cerita berawal ketika Mama membawa Totto-chan ke sekolah yang baru karena Totto-chan dikeluarkan dari sekolah sebelumnya. Saat itu Totto-chan masih berada di kelas satu sehingga Mama tidak tega memberitahukan hal itu pada Totto-chan. Alasan Totto-chan dikeluarkan adalah karena para guru tidak tahan dengan kelakuan Totto-chan yang sering membuat mereka tidak konsen saat mengajar dan membuat ruang kelas menjadi kacau saat jam pelajaran. Hal itu terlihat dari kebiasaan Totto-chan yang selalu membuka dan menutup laci mejanya saat jam pelajaran, memanggil pengamen jalanan, bahkan berdiri di depan jendela saat untuk berbicara dengan burung walet. Para guru menganggap kelakuan Totto-chan itu sebagai suatu kenakalan.
Mama menemukan sebuah sekolah yang cocok buat Totto-chan. Sekolah itu bernama Tomoe Gakuen yang dikepalai oleh Sosaku Kobayashi. Sosaku Kobayashi membangun Tomoe Gakuen dengan uang pribadinya sendiri. Sebagai seorang kepala sekolah, dia menerapkan sistem belajar yang sangat unik dan menarik. Salah satunya adalah gerbong kereta api yang tidak dipakai lagi, dia gunakan sebagai ruang kelas. Metode pengajarannya juga berbeda dengan sekolah lain yang ada pada saat itu. Ada lagi metode pengajaran di mana para siswa dapat memilih pelajaran yang mereka sukai dan boleh mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Para guru dengan senang hati akan menjelaskan jika seorang siswa mengalami kesulitan. Bagi Totto-chan sekolah ini adalah sekolah yang diimpikannya, dia merasa bangga menjadi salah satu murid di Tomoe Gakuen.
Saat mendaftar, kepala sekolah menyuruh Mama untuk pulang dan membiarkan Totto-chan sendiri. Totto-chan diminta oleh kepala sekolah untuk bercerita tentang apa saja. Bagi Totto-chan, ini lah kesempatannya untuk menceritakan segala sesuatu yang ia miliki. Selama kurang lebih empat jam Totto-chan bercerita. Karena berpikir tidak ada lagi yang ingin diceritakannya, kepala sekolah mengajaknya ke aula untuk melihat para murid makan siang. Saat itu, kepala sekolah mengatakan bahwa dia sudah resmi menjadi murid di Tomoe. Totto-chan gembira sekali. Di aula hanya ada beberapa orang murid, Totto-chan merasa heran karena berbeda dengan sekolah sebelumnya, yang memiliki banyak murid. Saat makan siang, para murid membawa bekal sendri, dan harus membawa sesuatu dari gunung dan dari laut. Pada awalnya Totto-chan tidak mengerti, namun setelah dijelaskan, dia baru maksudnya. Sesuatu dari laut itu adalah makanan yang berasal dari laut, yang banyak mengandung protein, seperti ikan, udang, dan lainnya. Dan sesuatu dari gunung itu seperti sayur-sayuran atau pun hewan, dan hasil ladang lainnya.

